Menentukan kapasitas IPAL STP tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat ukuran tangki atau memilih kapasitas berdasarkan perkiraan. Kapasitas yang terlalu kecil dapat membuat sistem bekerja melebihi beban, sedangkan kapasitas yang terlalu besar bisa membuat investasi menjadi kurang efisien.

Salah satu cara paling sederhana untuk membuat estimasi awal adalah menghitung jumlah pengguna bangunan. Dari jumlah tersebut, kita bisa memperkirakan berapa banyak air limbah domestik yang dihasilkan setiap hari.

Namun, jumlah pengguna bukan satu-satunya faktor. Jenis bangunan, pola pemakaian air, jam operasional hingga kemungkinan peningkatan jumlah penghuni juga perlu diperhitungkan.

Lalu, bagaimana cara menghitung kapasitas IPAL STP berdasarkan jumlah orang? Berikut penjelasannya.

Apa yang Dimaksud dengan Kapasitas IPAL STP?

Kapasitas IPAL STP adalah kemampuan sistem Sewage Treatment Plant dalam menerima dan mengolah air limbah domestik dalam periode tertentu.

Kapasitas biasanya ditulis dalam satuan:

  • liter per hari;
  • m³/hari; atau
  • KLD atau kiloliter per hari.

Sebagai contoh, STP dengan kapasitas 10 m³/hari berarti sistem tersebut dirancang untuk mengolah air limbah sekitar 10.000 liter setiap hari sesuai kondisi desainnya.

Perlu Anda pahami bahwa kapasitas pengolahan STP tidak selalu sama dengan volume fisik tangkinya. Sistem STP memiliki beberapa tahapan pengolahan yang membutuhkan ruang dan waktu proses tertentu.

Karena itu, jangan memilih STP hanya berdasarkan besar-kecilnya ukuran tangki.

Kenapa Jumlah Pengguna Mempengaruhi Kapasitas IPAL STP?

Setiap pengguna menghasilkan air limbah dari berbagai aktivitas sehari-hari, misalnya:

  • menggunakan toilet;
  • mandi;
  • mencuci tangan;
  • menggunakan wastafel;
  • aktivitas dapur atau pantry; dan
  • kegiatan sanitasi lainnya.

Semakin banyak orang yang menggunakan sebuah bangunan, semakin besar pula volume air limbah yang harus ditangani.

Karena itu, jumlah pengguna bisa menjadi dasar awal dalam menentukan kapasitas IPAL STP.

Jika kapasitas yang dipilih terlalu kecil, STP dapat menerima beban melebihi kapasitas desain. Kondisi tersebut berpotensi membuat proses pengolahan tidak berjalan maksimal.

Rumus Dasar Menghitung Kapasitas IPAL STP

Untuk membuat estimasi awal, Anda dapat menggunakan rumus sederhana berikut:

Kapasitas air limbah = Jumlah pengguna × Estimasi air limbah per orang per hari

Sebagai contoh, sebuah bangunan memiliki 100 pengguna. Kita menggunakan asumsi awal produksi air limbah sebesar 100 liter per orang per hari.

Maka:

100 orang × 100 liter = 10.000 liter/hari

Karena:

1.000 liter = 1 m³

Maka:

10.000 liter ÷ 1.000 = 10 m³/hari

Jadi, kebutuhan kapasitas dasar IPAL STP pada contoh tersebut adalah sekitar 10 m³ per hari.

Perlu dicatat, angka 100 liter per orang per hari hanya digunakan sebagai contoh perhitungan. Pemakaian air aktual bisa berbeda pada setiap bangunan.

Berapa Banyak Air Limbah yang Dihasilkan Setiap Orang?

Tidak semua bangunan memiliki pola penggunaan air yang sama.

Orang yang tinggal di rumah selama 24 jam tentu memiliki pola penggunaan air berbeda dibandingkan karyawan yang bekerja di kantor selama sekitar 8–9 jam.

Untuk estimasi awal, berikut gambaran sederhananya:

Jenis BangunanEstimasi Penggunaan Air Limbah
Rumah tinggal±100–150 liter/orang/hari
Apartemen±100–150 liter/orang/hari
Kantor±40–80 liter/orang/hari
Sekolah±30–60 liter/orang/hari
Hotel±150–250 liter/orang/hari
Tempat ibadahMenyesuaikan pola penggunaan
PabrikMenyesuaikan jumlah pekerja dan fasilitas

Angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai gambaran awal saja.

Jika tersedia, data konsumsi air aktual dari lokasi proyek akan memberikan dasar perhitungan yang lebih baik.

Contoh Menghitung Kapasitas IPAL STP

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh perhitungan.

1. Rumah atau Hunian dengan 20 Orang

Misalnya sebuah hunian digunakan oleh 20 orang dan kita menggunakan asumsi 120 liter per orang per hari.

Perhitungannya:

20 × 120 liter = 2.400 liter/hari

Jika dikonversikan:

2.400 liter = 2,4 m³/hari

Maka kebutuhan kapasitas dasarnya sekitar 2,4 m³ per hari.

2. Kantor dengan 100 Karyawan

Untuk kantor, kita menggunakan contoh asumsi 60 liter per orang per hari.

Perhitungannya:

100 × 60 liter = 6.000 liter/hari

Maka:

6.000 liter = 6 m³/hari

Kebutuhan dasar STP sekitar 6 m³ per hari.

Namun, angka tersebut masih perlu disesuaikan jika kantor memiliki kantin, shower, jumlah pengunjung tinggi atau fasilitas sanitasi tambahan.

3. Gedung dengan 300 Pengguna

Misalnya sebuah gedung memiliki 300 pengguna dengan asumsi produksi air limbah sebesar 100 liter per orang per hari.

Maka:

300 × 100 liter = 30.000 liter/hari

Hasilnya:

30.000 liter = 30 m³/hari

Jadi, estimasi kebutuhan dasar STP adalah sekitar 30 m³ per hari.

Tabel Estimasi Kapasitas IPAL STP Berdasarkan Jumlah Orang

Untuk mempermudah perhitungan, berikut tabel dengan asumsi sederhana sebesar 100 liter per orang per hari:

Jumlah PenggunaEstimasi Air LimbahKapasitas Dasar
10 orang1.000 liter/hari1 m³/hari
25 orang2.500 liter/hari2,5 m³/hari
50 orang5.000 liter/hari5 m³/hari
100 orang10.000 liter/hari10 m³/hari
200 orang20.000 liter/hari20 m³/hari
300 orang30.000 liter/hari30 m³/hari
500 orang50.000 liter/hari50 m³/hari

Tabel tersebut dapat membantu Anda membuat estimasi awal, tetapi jangan langsung menggunakannya sebagai spesifikasi final STP.

Apakah Kapasitas STP Perlu Ditambah Safety Factor?

Sebaiknya jangan memilih kapasitas STP yang benar-benar sama dengan hasil hitungan minimum.

Misalnya hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan 10 m³/hari. Dalam kondisi tertentu, jumlah pengguna dapat bertambah atau pemakaian air meningkat pada jam tertentu.

Karena itu, kapasitas desain biasanya perlu mempertimbangkan cadangan atau safety factor.

Tujuannya untuk mengantisipasi:

  • kenaikan jumlah pengguna;
  • peningkatan pemakaian air;
  • debit puncak pada jam tertentu;
  • tamu atau pengunjung;
  • perubahan fungsi bangunan; dan
  • pengembangan fasilitas di kemudian hari.

Besarnya cadangan tidak harus sama untuk setiap proyek. Perencana sebaiknya menyesuaikannya dengan karakter bangunan dan kondisi lapangan.

Jumlah Pengguna Bukan Satu-satunya Faktor

Menghitung jumlah orang memang penting, tetapi menentukan kapasitas IPAL STP tidak cukup hanya menggunakan satu parameter tersebut.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan antara lain:

  • jenis bangunan;
  • jumlah penghuni tetap;
  • jumlah pengunjung;
  • konsumsi air bersih;
  • jumlah toilet dan kamar mandi;
  • jam operasional;
  • debit rata-rata;
  • debit puncak;
  • karakteristik air limbah;
  • kebutuhan kualitas air hasil olahan;
  • ruang instalasi; dan
  • rencana penambahan kapasitas.

Karena itu, bangunan dengan jumlah pengguna yang sama belum tentu membutuhkan kapasitas STP yang sama.

Contohnya, kebutuhan STP untuk hotel dengan 100 orang bisa berbeda dibandingkan kantor dengan 100 orang karena aktivitas dan pemakaian airnya berbeda.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Kapasitas STP

Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya Anda hindari.

Pertama, memilih STP berdasarkan harga termurah tanpa menghitung debit air limbah.

Kedua, hanya menghitung pengguna tetap dan mengabaikan tamu atau pengunjung.

Ketiga, tidak memperhitungkan kemungkinan peningkatan jumlah pengguna.

Keempat, menyamakan kebutuhan semua jenis bangunan.

Kelima, hanya melihat ukuran tangki tanpa memperhatikan kapasitas pengolahan hariannya.

Jika kapasitas terlalu kecil, sistem dapat bekerja terlalu berat. Sebaliknya, kapasitas yang terlalu besar tanpa alasan teknis juga bisa membuat biaya investasi meningkat.

Bagaimana Memilih IPAL STP yang Tepat?

Langkah awalnya cukup sederhana.

Hitung jumlah pengguna, identifikasi jenis bangunan, perkirakan volume air limbah harian, kemudian sesuaikan dengan pola penggunaan aktual.

Setelah itu, barulah Anda dapat menentukan teknologi dan kapasitas STP yang sesuai.

Kami menyediakan solusi IPAL Domestik STP untuk membantu pengolahan air limbah domestik pada berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tinggal, kantor, hotel, apartemen, gedung komersial hingga fasilitas industri.

Kapasitas sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek sehingga Anda tidak harus menggunakan satu ukuran STP untuk semua kondisi.

Jika Anda masih ragu menentukan kapasitas yang sesuai, Anda dapat mempelajari solusi IPAL Domestik STP dari Biosung Indonesia dan menyesuaikan kapasitasnya dengan kebutuhan proyek.